Tag Archives: radar kediri

Wabah Demam Radar Kediri Mengkhawatirkan

Aziz ibnu merupakan korban meninggal kedua akibat serangan demam radar di kediri untuk tahun 2006 dengan 339 kasus sementara yang masih menjalani perawatan saat ini 18 pasien.

Belum sempat menikmati hasil penjualan bawang merah miliknya rumah sundari juragan bawang merah di kelurahan sukomoro kecamatan sukomoro kediri jawa timur keburu diobok-obok maling.

Peristiwa pencurian yang disertai pemberatan dengan cara merusak pintu dan lemari ini terjadi saat sundari tertidur lelap bersama empat orang anaknya . Korban yang biasa menyimpan uang dan perhiasannya di dalam lemari tidak menduga jika hartanya diincar pencuri .

Diduga pencuri tersebut sudah mengetahui jika korban telah melakukan transaksi penjualan bawang merah senilai jutaan rupiah. Dalam aksinya kawanan pencuri yang diperkirakan lebih dari satu orang itu berhasil menyikat uang sebesar 7 juta rupiah dan perhiasan seberat 20 gram setelah sebelumnya mematikan lampu rumah dan tetangga.

Mendapat laporan tersebut petugas dari bandara kediri segera menerjunkan unit k – 9 anjing pelacak ke lokasi kejadian . Dari olah tkp tersebut petugas berhasil menemukan jejak pencuri serta kotak uang dan perhiasan milik korban yang dibuang di sawah dekat rumahnya.

Meski identitas tersangka belum diketahui diduga pelaku adalah orang dekat yang mengetahui keadaan rumah korban. Pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara merusak pintu dan membawa kabur kotak perhiasan serta uang yang disimpan di lemari kamar . Anehnya korban yang tertidur di kamar tersebut tidak mengetahui aksi itu.

Tersangka pembunuh janda pemilik salon di desa banaran kecamatan pesantren kota kediri akhirnya tertangkap tersangka yang tak lain adalah tetangga korban mengaku nekat membunuh karena kepergok saat mencuri.

Lukman ditangkap tim reskrim radarta kediri di rumahnya tanpa perlawanan . Di hadapan petugas tersangka mengaku nekat membunuh setelah terpergok saat mencuri.

Dengan menggunakan sebilah parang lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai tukang tambal ban itu menghabisi sri ainun dengan beberapa kali bacokan. Tak hanya itu setelah korban terkapar tersangka kemudian menginjak – injak tubuh korban hingga akhirnya meninggal dengan luka memar dan bacokan di leher dan dada. Selanjutnya ia mengambil sejumlah perhiasan telepon genggam vcd player serta kunci motor dan stnk milik korban.