Target J&T Exspress Tahun 2017 Yaitu Bangun 200 Cabang Lagi

By | December 5, 2017

Usaha e-commerce membawa efek positif baik pelaku bisnis logistik. Tengok saja e-commerce dapat menyumbang 50%-60% pendapatan untuk J&T Express.

Lihat potensi usaha yang baik ini J&T Express membidik untuk buka 2. 000 titik cabang di semua Indonesia sampai akhir th. ini. Sekarang ini J&T Express sudah buka 1. 800 titik cabang. Berarti dalam tiga bln. paling akhir ini J&T Express membidik dapat menaikkan 200 cabang sekali lagi.

Target J&T Exspress Tahun 2017 Yaitu Bangun 200 Cabang Lagi

Robin Lo, Direktur J&T Express menyebutkan, menambahkan titik cabang ini difokuskan pada service customer. “Kalau makin banyak titik, jadi juga akan makin gampang dijangkau, ” kata Robin, pada Kontan. co. id, Jumat (6/10).

Untuk sekarang ini J&T express telah bekerja bersama dengan adanya banyak basis e-commerce jadi usaha untuk tingkatkan pendapatan mereka. “Sejauh ini hamper semuanya e-commerce telah kerja sama, terkecuali bila ada yang baru, ” tutur Robin. Sebut saja sebagian e-commerce terkenal seperti Tokopedia, Shopee, serta Bukalapak.

J&T Express membidik pengiriman di th. 2017 ini dapat bertambah menjangkau 300. 000 pengiriman /hari dari rata-rata pengiriman di paruh pertama th. ini yang menjangkau 150. 000 /hari.

e-Commerce yang terlebih dulu bernama Alfa On-line dan sekarang telah dilengkapi cek resi agar konsumen semakin nyaman, menginformasikan tidak juga akan sekali lagi bermain di jalur marketplace. Jadi gantinya, mereka juga akan fokus pada service product keperluan keseharian (groceries) yang di jual di Alfamart.

Tetapi, menurut info yang di sampaikan CEO Alfacart Catherine Hindra pada Tech in Asia, Kamis (22/6/2017), belumlah ada titik perubahan yang juga akan ditetapkan berkaitan perubahan tempat dewan direksi. Sesaat, sumber beda mengatakan sekitaran 50 % karyawan Alfacart jadi juga akan di-layoff.

Sebatas info, Alfacart mengemban misi untuk jadi marketplace dengan jaringan luas yang meliputi semua lokasi di Indonesia. Satu diantara strateginya yaitu dengan memakai lebih dari 10. 000 toko fisik Alfamart.

COO Alfacart Haryo Suryo Putro pernah menyebutkan, orang-orang yang ada di pelosok Indonesia masih tetap mempunyai masalah dengan problem ekspedisi barang atau mekanisme pembayaran lewat transaksi perbankan.

“O2O jadi alternatif paling baik yang di tawarkan pada orang-orang supaya mereka yang belum juga mempunyai akun perbankan, tabungan ataupun kartu credit tetaplah dapat nikmati faedah belanja on-line di Alfacart, ” kata Haryo.

Terlebih dulu, pada tiga bln. lantas, Alfacart malah tengah mempersiapkan rencana baru ” Alfacart 2. 0 ” dimana juga akan menggandeng warung, toko tradisionil, serta retail off line yang lain dalam jaringan O2O (online-to-offline).

Rencana ini di rasa dapat menjawab problem yang dihadapi e-Commerce di Indonesia, yaitu unbankable people (orang-orang yang belum juga mempunyai rekening tabungan) serta mahalnya cost logistik karna Indonesia adalah negara kepulauan.

Ditambahkan Haryo, versus baru Alfacart itu miliki sebagian maksud, yaitu menolong membesarkan UKM Indonesia, dan bekerja sama juga dengan brand besar, seperti Samsung, Unilever, Danone, dan sebagainya manfaat membuat ekosistem e-Commerce Indonesia.

Alfacart terlebih dulu juga telah mengintegrasikan service itu pada 7. 000 toko dari keseluruhan 11. 750 toko fisik yang berada di Indonesia. Sesaat, 600 salah satunya berada di Jakarta. Jumlah itu semestinya dapat jadi bertambah bila Alfacart melanjutkan service marketplace-nya.