Kutipan Novel yang Bisa Jadi Referensi Update Statusmu

By | November 27, 2017

Sedang galau karena masih saja terus sendiri dan jodoh tak juga datang untuk menghampiri. Ingin update status yang kece, melegakan hati, dan mewakili kamu banget tapi nggak ada ide? Mungkin kutipan-kutipan nyesek dari novel ini bisa kamu contek. Bukan hanya mewakili perasaanmu, kutipan novel ini juga bisa meningkatkan kualitas status galau menjadi lebih berkelas.

Dari novel-novel moderen sampai yang paling lawas, kata cinta tidak sempat berhenti jadi kajian yang paling menarik. Romansa yang didatangkan dalam kalimat di tiap-tiap novel cinta memanglah kuat maknanya. Sesudah tahu apa isi cuplikannya janganlah baper dahulu, mending selekasnya log in ke media sosialmu serta contek cuplikannya. Janganlah lupa sertakan nama penulisnya agar anda tidak dipandang plagiat.

1. Cuplikan dari Perahu Kertas-nya Dee Lestari buat kamu yang tengah perlu puk-puk

“Karena hati tidak butuh pilih, ia senantiasa tahu kemana mesti berlabuh”

Cuplikan ini juga akan menentramkan kekhawatiranmu mengenai mengapa si jodoh tidak kunjung datang juga. Dee benar, mungki jodohmu juga akan berlabuh sendiri, kelak tak tahu kapan. Tetaplah berdoa supaya dia yang di sana selekasnya menimbulkan berwajah dihadapanmu.

2. Untukmu yang sendiri karna baru patah hati, cobalah lampiaskan dengan kalimat ini

“Kita berdua mungkin saja miliki persamaan, kita tengah lari. AKu lari menuju suatu hal. Anda lari menjauhi suatu hal.

Kalimat ini keluar di novel Ahmad Fuadi berjudul Rantau 1 Muara. Kalimatnya yang simpel tetapi begitu tajam untuk memaknai ketidakjodohan juga akan begitu mewakili perasaanmu yang barusan sendiri karena patah hati.

3. Asma Nadia siap mewakilkan cintamu yang tidak terkatakan lewat novel Emak Menginginkan Naik Haji

“Perempuan, kau tentu tahu sakitnya cinta yang tidak terkatakan. Cinta yang cuma dapat didekap dalam bungkam, kata orang bahkan juga diam bicara. ” – Buya Hamka

Bukan sekedar wanita sesungguhnya, anda yang masih tetap sendiri kadang-kadang cuma terlilit saja dalam perasaan yang tidak kunjung berani kau katakan. Sesudah menempatkan status ini di media sosialmu siapa tahu ada yang sensitif serta lalu berani menyatakannya dahulu, siapa tahu?