Bali Pura Taman Ayun

By | October 15, 2017

Jual Bibit dan Pohon Ketapang Kencana

BACA JUGA : Sewa Mobil di Bali

Bali Pura Taman Ayun terletak di Desa Mengwi, Kabupaten Badung, sekitar 18 km ke arah barat Denpasar. Candi ini sangat indah, seperti namanya (Taman Ayun berarti pura di taman yang indah). Selain keindahannya, Pura Taman Ayun juga dinilai memiliki nilai sejarah, yang membuat pemerintah daerah Bali menyarankan UNESCO pada tahun 2002 bahwa candi ini termasuk dalam Daftar Warisan Dunia.
Pura Taman Ayun adalah Pura Ibu (Paibon) ke Kerajaan Mengwi. Candi ini dibangun oleh Raja Mengwi, I Gusti Agung Putu, pada tahun Jawa 1556 (1634 M). Awalnya, I Gusti Agung Putu membangun sebuah kuil di sebelah utara desa Mengwi untuk menyembah nenek moyangnya. Candi itu bernama Genter Park. Saat Mengwi tumbuh menjadi kerajaan besar, I Gusti Agung Putu memindahkan Taman Genter ke arah timur dan memperluas kompleksnya. Candi yang diperluas tersebut secara resmi mendeklarasikan Pura Taman Ayun di Kliwon Selasa – Medangsia pada bulan keempat tahun Jawa 1556. Hingga hari ini, setiap Kliwon Selasa wuku Medangsia dalam kalender Jawa (Saka), sebuah piodalan (upacara) diadakan di kuil ini. untuk merayakan ulang tahun kuil.
Pura Taman Ayun telah melalui sejumlah karya restorasi. Restorasi skala besar diimplementasikan pada tahun 1937. Pada tahun 1949, pekerjaan restorasi dilakukan ke kori agung (ruang besar), candi Bentar. Sebuah wantilan besar juga dibangun selama ini. Restorasi ketiga dilaksanakan pada tahun 1972, dilanjutkan dengan restorasi akhir pada tahun 1976. Kompleks Candi Taman Ayun berdiameter 100 meter dan lebar 250 meter. Komplek ini terdiri dari sebuah pengadilan luar dan tiga pengadilan dalam. Peradilan dalam, berpihak pada pagar batu, memiliki ketinggian yang berbeda, dan yang paling dalam adalah yang tertinggi.

Pura luar Taman Ayun, juga dikenal sebagai Jaba, terletak di sisi luar kolam. Ada jembatan di atas kolam untuk menghubungkan pelataran luar ke bagian dalam. Di ujung jembatan, di sisi dalam pengadilan, ada sebuah gerbang Bentar diikuti oleh sebuah jalur menuju pelataran dalam. Ada dua patung raksasa di setiap ujung jembatan.
Di sisi kiri jalan Taman Ayun Temple, di dekat pintu gerbang, ada semacam rumah jaga kecil. Di sini, di pelataran dalam pertama, ada Wantilan (semacam aula) di mana beberapa upacara biasanya berlangsung, termasuk sabung ayam, yang juga merupakan bagian dari upacara ritual di kuil. Ada sebuah jalan yang terbentang di pelataran dalam pertama dan membaginya menjadi dua bagian, menghubungkan pintu gerbang ke pelataran dalam pertama sampai ke pelataran dalam yang kedua. Di barat daya, ada gazebo bulat tempat seseorang bisa beristirahat dan menikmati keindahan bait suci. Ada kolam di dekat gazebo yang ditutupi bunga lili air. Tepat di tengah kolam, ada sebuah tiang kecil yang menaburkan air hingga sembilan arah yang berbeda. Di sebelah timur, ada sekelompok kuil kecil yang disebut Candi Luhuring Purnama.
Ada sebuah gerbang di ujung jalan Pura Taman Ayun yang membagi inner court pertama menjadi dua. Pintu gerbang mengarah ke pelataran dalam yang kedua, yang terletak di tempat yang lebih tinggi dari yang pertama. Di seberang gerbang, di pelataran dalam, ada bangunan yang berfungsi sebagai partisi. Partisi Pura Taman Ayun dihiasi dengan relief patung yang menggambarkan sembilan dewa penjaga titik kompas.

BACA JUGA : Paket Watersport di Bali

Di sebelah timur, ada sebuah kuil kecil yang disebut Candi Dalem Bekak. Di sebelah barat, di tikungan, ada balai Kulkul dengan atapnya naik tinggi. Bagian dalam pelataran dalam, yang juga bagian paling dalam dan paling tinggi, adalah daerah yang paling suci. Pintu utamanya, yang disebut pintu gelung, ditempatkan tepat di tengah dan dibuka hanya saat upacara berlangsung. Pintu utama, bagaimanapun, Pura Taman Ayun diapit oleh dua gerbang dimana orang dapat mengakses pengadilan untuk melakukan rutinitas sehari-hari di Pura Taman Ayun. Pengadilan tersebut menampung beberapa Merus, sebuah kuil, sebuah Gedong, sebuah Padmasana, Padma Rong Telu, dan bangunan keagamaan lainnya.