Tujuan Wawancara Kerja yang Paling Utama

By | October 2, 2017
Wawancara Kerja

Wawancara Kerja

Tujuan Wawancara Kerja yang Paling Utama

Tips Wawancara Kerja Terbaik – Wawancara kerja merupakan salah satu proses wajib yang harus dilewati oleh kandidat karyawan dalam suatu perusahaan. Setelah surat lamaran kerja dan CV terkirim, apabila memang kualifikasi karyawan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan pastilah undangan wawancara kerja akan segera memanggil. Namun masih banyak diantara pelamar kerja yang belum sepenuhnya paham akan apa tujuan sebenarnya diadakan wawancara kerja tersebut dan pastinya akan menyulitkan langkah calon karyawan untuk lolos ke tahap selanjutnya.

Hasil wawancara kerja sendiri memiliki porsi yang sangat besar dalam menentukan berhasil atau tidaknya seorang calon karyawan untuk dapat bekerja dalam perusahaan tempatnya melamar kerja tersebut. Untuk itu sangat penting bagi calon karyawan yang melamar pekerjaan mengetahui tujuan sebenarnya proses lamaran kerja ini, karena meski sering melakukan wawancara kerja, tidak menjadi jaminan bahwa seorang karyawan dapat memahami sepenuhnya tujuan wawancara kerja.

Tujuan wawancara kerja yang paling mendasar adalah untuk mengetahui secara menyeluruh calon karyawan yang dinilai memenuhi kualifikasi dari CV yang telah dikirimkan. Pihak perusahaan tidak mau mengambil risiko dengan percaya begitu saja pada CV yang telah dikirimkan oleh pelamar kerja dan ingin memastikan apakah CV yang ditulis oleh pelamar kerja benar benar sama dengan potensi yang dimiliki oleh pelamar kerja atau bahkan lebih baik lagi.

Untuk poin yang paling ditekankan pada wawancara kerja adalah bertujuan untuk mengetahui beberapa hal berikut:

Tujuan Wawancara Kerja

  1. Motivasi Kerja

Meskipun motivasi seorang pelamar kerja adalah untuk mendapatkan gaji atau penghasilan, namun akan sangat rawan jika seorang pelamar kerja secara gamblang hanya memiliki satu motivasi saja untuk masuk dalam perusahaan, apalagi motivasinya menyangkut masalah pendapatan jadi untuk berjaga jaga, pelamar kerja juga harus menyiapkan beberapa motivasi yang dapat membuat pihak HRD terkesan pada dirinya. Karena satu pertanyaan motivasi kerja biasanya akan berhubungan dengan pertanyaan selanjutnya sehingga dapat dipastikan apabila jawaban pelamar kerja tidak sesuai maka akan menyulitkannya ketika sampai ke pertanyaan selanjutnya.

  1. Kesesuaian CV yang tertulis

CV atau daftar riwayat hidup yang dikirmkan oleh pelamar kerja bisa saja terlihat sangat superior sehingga membuat HRD tertarik untuk memberikan undangan wawancara namun hal tersebut juga harus diimbangi dengan pemaparan yang sesuai ketika wawancara kerja. Karena saat wawancara kerja, pelamar kerja akan diminta untuk menjelaskan tentang potensi yang ada pada dirinya secara langsung. Apabila dari CV dan presentasi yang dilakukan pelamar kerja saat wawancara tidak sesuai maka kemungkinan besar pelamar kerja tersebut akan kesulitan untuk dapat sampai ke tahap penerimaan kerja selanjutnya. Untuk itu ada baiknya juga apabila seorang pelamar kerja menyiapkan diri salah satunya dengan mempelajari CV yang telah dikirimkan ke perusahaan agar nanti ketika mendapat undangan wawancara kerja hasilnya dapat memuaskan sesuai harapan.

  1. Mengetahui Kepribadian

Perlu diketahui bahwa ketika melakukan wawancara kerja pihak HRD bukan hanya melihat motivasi calon karyawan namun juga melihat kepribadian yang dimiliki oleh pelamar kerja. Rata rata seorang HRD adalah lulusan dari psikologi jadi tanpa memberikan pertanyaan yang menjurus pihak HRD bisa melihat kepribadian pelamar kerja dari gerak tubuh serta caranya menjawab pertanyaan. Ini juga harus diperhatikan oleh pelamar apabila tidak ingin gagal ke tahap selanjutnya. Seperti halnya keahlian, kepribadian dari seorang pelamar kerja juga sangat diperhitungkan untuk menunjang karyawan nantinya ketika bekerja dalam perusahaan. Oleh karena itu, setiap pelamar kerja tidak boleh memandang sepel hal ini dan hanya mengandalkan potensi yang ada dalam dirinya. Potensi dan kepribadian harus balance agar dapat memberikan kesan yang baik dihadapan HRD untuk itu setiap karyawan hendaknya melakukan persiapan sebelum melakukan wawancara kerja apabila tidak ingin gagal.

Ketiga hal tersebutlah yang paling ditekankan ketika wawancara kerja, namun meski hanya tiga poin masih banyak pelamar kerja yang tidak dapat memenuhi dan berhasil mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Memahami esensi wawancara kerja sangatlah penting agar seorang pelamar kerja bisa membuat strategi untuk wawancara kerja yang akan dihadapi bahkan jika diperlukan, tidak ada salahnya jika seorang pelamar kerja juga membaca Tips Wawancara Kerja baik dari buku, internet maupun bertanya langsung kepada orang yang berpengalaman. Sekian dan terimakasih.