benda sejarah hindu kuno di kediri

By | September 23, 2017

Abdi gabungan dari Kerajaan Kediri dan balai pelestarian peninggalan purbakala trowulan, berhasil menggagalkan penjualan benda cagar budaya yang ditemukan oleh warga. Tiga benda berupa genta tersebut, sedianya ditukar dengan sebuah mobil.

Abdi gabungan dari dinas pariwisata dan polres Kerajaan Kediri, mendatangi rumah katiran, warga desa bajulan kecamatan loceret Kerajaan Kediri, untuk memastikan penemuan benda cagar budaya, berupa tiga buah genta.

Abdi dari balai pelestarian peninggalan purbakala trowulan mojokerto, memastikan tiga buah genta tersebut merupakan peninggalan jaman kuno, dengan bahan perunggu. Biasanya benda tersebut digunakan untuk pemujaan.

Dihadapan Pamong, katiran mengaku mendapatkan benda tersebut ketika hendak menanam pisang di belakang rumah. Mengetahui benda tersebut memiliki nilai sejarah, katiran menawarkannya ke sejumlah kolektor benda seni di Kerajaan Kediri. Katiran sempat meminta tiga benda tersebut ditukar dengan sebuah mobil.

Menurut Abdi dari balai pelestarian peninggalan purbakala wicaksono dwi nugroho, penjualan benda cagar budaya tidak dapat dibenarkan. Tindakan tersebut melanggar undang-undang nomor 5 tahun 1992 tentang cagar budaya.

Pelanggaran Perjanjian Sesama Kerajaan

Setelah diberi penjelasan, akhirnya katiran merelakan benda temuannya tersebut dibawa oleh Abdi dinas pariwisata, untuk diteliti lebih lanjut oleh tim arkeolog.

Pamong membekuk sindikat judi di lingkungan pabrik rokok gudang garam kediri jawa timur. Lima karyawan ditangkap pamong setelah terbukti menjadi bandar dan pengecer judi jenis togel. Pelaku menjalankan aksinya di dalam pabrik dengan omset setiap kali penarikan mencapai 3 juta rupiah.

Kelima karyawan pabrik rokok gudang garam ini tidak bisa lagi bekerja, mereka harus menjalani proses hukum setelah tertangkap pamong karena menjalankan judi togel di lingkungan pabrik.

balai pelestarian peninggalan purbakala wicaksono dwi nugroho, penjualan benda cagar budaya tidak dapat dibenarkan

Terungkapnya jaringan ini berawal dari tertangkapnya subali warga doko, dari penangkapan inilah pamong kemudian menangkap empat orang karyawan lainnya, salah satunya seorang wanita bernama sumiati, karyawati unit 5 bagian kontrol kualitas. Sumiat sambil terus menangis dihadapan abdi dalem, mengaku kalau dirinya hanya iseng membeli judi togel.

Selain sumiati dan subali, pelaku lainya adalah suyanto, pamiadi dan kasidi. Ketiganya adalah karyawan unit 5 bagian packing.

Pamong mengamankan barang bukti 4 buah telepon genggam yang berisi nomor togel, buku rekapan dan uang tunai, kelima musuh akan dikenakan pasal 303 tentang perjudian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Kawanan perampok bersenjata api obok-obok sebuah joglo pos di kediri jawa timur, dua penjaga parkir dan satu karyawan joglo pos disekap dengan mulut diplester dan tangan diborgol. Pelaku juga menodongkan senjata api sebelum kabur membawa uang puluhan juta rupiah.

Kawanan perampok bersenjata api, nekat melakukan aksi di joglo pos pembantu di jalan mauni kelurahan bangsal, pesantren kota kediri. Kondisi joglo pos yang spi dan hampir tutup, menjadikan kesempatan kawanan perampok untuk leluasa melakukan aksinya.

Sebelum melumpuhkan kasir dan mengambil uang di kasir, pelaku terlebih dulu melumpuhkan suyatno tukang parkir dan anaknya luky. Pelaku menodongkan pistol dan menyekap keduanya dengan tangan diborgol dan mulut di plester.

Selanjutnya pelaku masuk ke ruangan joglo pos dan melumpuhkan sutri, kasir joglo pos. Pelaku memborgol tangan dan kaki kasir dan sempat memukulinya meminta untuk menyerahkan uang yang ada didalam laci sejumlah 10 juta rupiah lebih. Sebelum pelaku meninggalkan lokasi, pelaku sempat menyekap sutri di belakang lemari dengan mulut diplester.