Teknik Pencerminan Air dengan Menggunakan Cat Air

By | September 5, 2017

Teknik Pencerminan Air – Membikin pencerminan di air akan betul-betul gampang kalau Anda telah memahami sebagian prinsip dasarnya. Prinsip dasar tersebut sama sekali tak terkait dengan regulasi seni seputar komposisi atau posisi menangkap objek, melainkan lebih simple dari itu. Sehingga anda yang memiliki dasar teknik cat air, maka ini cukup untuk anda lakukan.

Di bawah ini aku gambarkan sebagian pencerminan yang kerap kita lihat pada lukisan panorama. Jika kamu belum memiliki peralatan, maka belilah secara online di enportu karena disana sudah tersedia semua kebutuhan yang kamu perlukan untuk kegiatan seni yang akan anda lakukan. Anggaplah Anda sedang duduk di atas sampan dayung di sebuah danau mengakibatkan garis horizontal mata (eye-line) kamu paralel dengan permukaan air.

Gambar A merupakan figur simpel pencerminan benda pada air yang hening dan gambar B merupakan cerminan benda pada air yang tidak bergerak. Perhatikanlah 2 hal berikut. Kedua pantulan bayang-bayang berbentuk vertikal di bawah objek yang dipantulkannya. Bayang-bayang akan lebih jelas apabila benda yang dipantulkan berwarna gelap, dan bayang-bayang akan lebih gelap apabila benda yang dipantulkan berwarna jelas. Dengan kata lain, perubahan kontras warna (jelas ke gelap) berangsur berkurang dari objek yang dipantulkannya.

Teknik ini tidak hanya bisa dilakukan dengan cat air saja tetapi juga bisa dengan menggunakan cat lainnya. Seperti jika anda ingin menggunakan cat minyak yang mampu melakukan hal yang sama. Tetapi catatan khusus adalah hanya akan terjadi sedikit pembiasan warna. Namun begitu jika anda paham dasarkan maka anda akan bisa melakukannya.

Aku menonjolkan pengurangan ketajaman warna dengan memberi warna ambigu untuk pantulan objek yang berwarna cokelat. Pada gambar C (kiri) aku tampilkan pencerminan objek yang benar. Padahal pada gambar di sebelahnya aku berikan 2 buah figur pencerminan yang tak pas.

Pada gambar C (kiri) pantulan bayang-bayang disesuaikan dengan garis merah datar yang terputus-putus. Amatilah tiga spot hitam pada benda hal yang demikian. Tiap-tiap spot hitam pada alat akan berhadapan lantas dengan spot hitam pada bayang-bayangnya.

Gambar D merupakan figur teknik yang tepat sasaran dan simpel untuk menandakan bayang-bayang pada air yang tidak bergerak dan tertiup angin. Untuk menandakan pencerminan ini umumnya dipakai kuas runcing (rigger) untuk menciptakan bayang-bayang yang panjang, tipis dan kokoh.

Kecuali itu boleh juga diberikan dua garis bergelombang yang bertumpang tindih dengan jarak yang sama. Namun jangan terlalu dijadikan sama supaya tak terkesan terlalu direncanakan.

Pada dua bagian akhir di bawah, aku gambarkan objek E yang condong mengarah ke Anda dan benda F yang mayoritas menjauh dari Anda. Ingat, pengamatan Anda kepada benda-benda ini merupakan dari daerah Anda duduk di atas perahu dayung. Jadi, segala pencerminan bayang-bayang yang Anda lihat akan berbeda-beda panjangnya.

Jadi, pada benda yang cenderung mendekati Anda di atas air (E) Anda cuma mengamati benda dari perspektif Anda, kecuali penceminan benda hal yang demikian secara keseluruhan. Kenapa demikian? Seandainya itu terjadi sebab Anda mengamati benda hal yang demikian dari sisi berbeda bertumpu pada sudut pandang Anda. Penglihatan Anda tampak sedikit menaik pada benda hal yang demikian, konsisten agak sedikit menurun pada bayang-bayangnya.

Pada benda F justru hal yang beda terjadi. Berikutnya pada objek yang condong ke arah kamu cerminan bayang-bayangnya akan lebih panjang, karenanya pada benda yang cenderung menjauh dari Anda cerminan bayang-bayang akan lebih pendek dari benda yang dipantulkan. Tetapi, ada zona lain yang kerap membingungkan. Ingatlah satu hal, pencerminan bayang-bayang senantiasa kelihatan vertikal di bawah benda yang dicerminkannya. Teori ini tak akan berubah. Bayang-bayang, bayang-bayang benda dapat saja berubah. Bayang-bayang benda akan bergerak dan memanjang, tergantung dimana posisi sang surya.

Jadi, apabila ada sebuah benda (seperti gambar di samping) berdiri dekat dengan sisi air, karenanya akan dipantulkan dengan panjang yang sama dengan benda hal yang demikian. Anda juga dapat mengisyaratkan bayang-bayang benda yang mengarah jatuh ke air apabila benda itu cukup panjang. Lalu tambahkanlah cerminan bayang-bayangnya vertikal seperti sudah aku contohkan sebelumnya.

Mudah, saat Anda berkeinginan menambahkan cerminan objek (dalam figur ini sebuah gereja) yang berjarak cukup jauh dari air, seberapa besarkan cerminan bayang-bayangnya yang mesti ditampakkan? Aku! Cobalah bayangkan cerminan diawali dari dasar gereja yang ada di atas tanah. Gereja hal yang demikian kelihatan mempunyai halaman berjarak sebagian meter dari air.

Aku menambahkan garis putus-putus dari daerah dimana sepatutnya cerminan gereja ini diawali (berdasarkan teori). Tidak tentu saja mesti diamati dari sudut pandang Anda di atas perahu dayung. Sekarang terlalu banyak cerminan menara gereja hal yang demikian yang akan Anda lihat di air.

Semudah itulah apabila kita berkeinginan menambahkan ilusi pencerminan benda di air. Mudah, cobalah sendiri.
Selamat berkarya.