Kontraktor Kubah Masjid di Serang Banten

By | September 4, 2017

Kontraktor Kubah Masjid di Serang Banten

Kontraktor Kubah Masjid di Serang Banten

Tidak ada yang tau akan hasrat yang dimiliki oleh stiap orang yang hidup di dunia ini. Hasrat yang dipunyai setiap orang akan menentukan jalan manakah yang akan dipilihnya dalam menjalani kehidupan.
Tiap-tiap orang mempunyai hasrat mempunyai suatu hal yang mereka gemari. Tak tahu berbentuk hasrat harapan nantinya, hasrat mempunyai satu benda, serta hasrat mempunyai satu tempat. Tetapi, hasrat tiap-tiap orang tidak mesti terwujud. Pepatah menyebutkan gantunglah harapan setinggi langit. Seperti tingginya langitnya dengan riil itu pulalah hasrat yang perlu kita kehendaki. Tidak kebanyakan orang yang bercita-cita itu menelusurinya dengan jalan yang lurus. Terkadang orang berkemauan juga terima satu kegagalan. Tinggal bagaimana saja tiap-tiap orang hadapi satu kegagalan apa yang dikehendakinya itu. Seumpamanya seorang berkemauan jadi seseorang kontraktor kubah masjid, karna dia telah punya kebiasaan serta tahu pengetahuan jadi seseorang kontraktor. Juga akan berlainan narasi sekali lagi bila dia berkemauan namun dia tidak tahu pengetahuan jadi seseorang kontraktor. Cuma bagaimana seorang menjaga hasratnya meskipun mesti jatuh bangun.
Narasi dari pengalaman ayah Adi Lesmana yang tinggal di kota Serang Banten. Beliau sekarang ini jadi satu diantara seseorang kontraktor kubah masjid populer di kota Serang. Telah sekitaran lebih kurang lima th. ayah Adi Lesmana mengeluti pekerjaannya. Ayah Adi Lesmana berkemauan jadi seseorang kontraktor telah mulai sejak duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Hasrat itu berawal saat ayah Adi pergi sekolah sekolah melalui jalan pintas yaitu jalan Melati, umumnya pergi sekolah melalui jalan Mawar. Pada hari itu, beliau melalui jalan pintas karna jalan Mawar ditutup karena ada acara aktivitas orang-orang. Di jalan Melati berikut, tempat tinggal seseorang kontraktor kubah masjid ada. Tempat tinggal bercat kuning yang megah, mobil elegan terparkir depan tempat tinggal, serta depan tempat tinggal samping kiri ada satu ruang yang bertuliskan kontraktor kubah masjid ayah Ningrat. Mulai sejak tersebut ayah Adi Lesmana menginginkan jadi seseorang kontraktor. Waktu itu ayah Adi pernah hentikan sepeda balapnya sebentar untuk menyembuhkan rasa penasaran dengan pekerjaan yang baru ia kenali itu.
Dengan hasrat serta tekat yang keras, ayah Adi lulus SMA berkemauan segera belajar pengetahuan kontraktor dari seseorang rekannya, yang kebetulah dia yaitu anak kontraktor juga. Rekannya merekomendasikan bekerja bersama dengannya jadi seseorang kontraktor bangunan tempat tinggal rusun. Tetapi, ayah Adi mesti membayar terlebih dulu sebesar 500 juta. Dengan umur yang masih tetap muda serta anak dari keluarga pas-pasan ayah Adi tidak dapat penuhi prasyarat dari rekannya itu. Pada akhirnya beliau menampik keinginan kerja sama rekannya.
Tidak berhenti disitu saja ayah Adi tetaplah kukuh menginginkan jadi seseorang kontraktor. Esok harinya beliau pergi kejalan Melati tempat tinggal ayah Ningrat. Kebetulan di sana memerlukan staf administrasi, ayah Adi segera melamar serta di terima. Bekerja sembari belajar sedikit untuk sedikit pada akhirnya beliau tahu pengetahuan kontraktor. Sampai disuatu hari beliau dapat membangun sendiri satu kantor kontraktor kubah masjid.