Sebagian hal yang harus di perhatikan dalam studi kelayakan perumahan.

By | August 21, 2017

Studi kelayakan perumahan adalah suatu hal yang akan dilakukan oleh pihak terkait demi mampu mendapatkan perhatian dari investor yang ke depannya akan membantu untuk mewujudkan suatu perkembangan yang pesat atas bisnis yang anda bangun. Barang tentu, ada sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan tindakan studi kelayakan perumahan tersebut untuk riset pasar dan dalam hal ini semuanya terangkum dalam beberapa point dibawah ini :

1. Memeriksa status lokasi perumahan

Sebagai konsultan manajemen merupakan Salah satu hal penting yang sudah sepantasnya dipertimbangkan dalam permasalahan studi kelayakan perumahan adalah dengan memastikan status tanah yang nantinya akan dibangun perumahan. Dengan kata lain, pastikan tanah itu telah mendapatkan izin dari pihak RTRK (Rencana Tata Ruang Kota). Yang berarti, tanah tersebut harus telah mendapat izin dari pihak RTRK (Rencana Tata Ruang Kota). kalau hal yang demikian anda biarkan begitu saja pada saat akan membangun suatu perumahan, maka andapun akan memiliki akibat atas penggusuran bangunan kalau memang anda tidak mempastikan status tanah dalam melakukan tindakan studi kelayakan perumahan tersebut. wajib diketahui, selain melakukan tindakan yang demikian ini, maka andapun juga harus memikirkan surat tanah, jalur masuk lokasi dan lain sebagainya.

2. Turun ke lapangan guna menelaah kondisi geografis

Untuk tahapan berikutnya dalam melaksanakan feasibility study perumahan adalah dengan mencoba untuk melakukan survey atas lokasi geografi. Yang artinya, ketika anda melaksanakan perencanaan biaya tindakan yang demikian ini akan membantu anda agar kedepannya akan membuahkan hasil atas perkiraan biaya yang sesungguhnya. Yang perlu dicari tahu dalam studi kelayakan perumahan ini adalah ketersediaan jaringan listrik, ketersediaan jaringan telepon hingga air bersih.

3. Tentang kompetisi harga

Selain keadaan lapangan hingga tempat, dalam studi kelayakan perumahan, anda juga akan mempertimbangkan mengenai permasalahan kompetisi harga. sistem ini diberlakukan dengan cara mencoba untuk terjun langsung ke tempat dan langsung melakukan survey atas berlakunya harga jual di sekeliling tempat perumahan yang nantinya akan anda bangun. Tentunya, perihal ini dapat ditentukan dengan beberapa point yang mencangkup spesifikasi instalasi listrik, sanitasi, pondasi, jaringan telepon, luas jalan yang ada di lingkungan sekitar dan masih banyak lainnya. Semua ini bisa dijelaskan lebih jauh pada studi kelayakan perumahan.

4. Membuat rancangan site plan

berhubungan tentang studi kelayakan perumahan yang membicarakan perihal masalah site plan, sehingga anda akan diajak dalam menentukan masalah tentang pembagian lahan yang nantinya akan digunakan untuk kavling maupun untuk fasilitas umum. Sebaliknya agar mempermudah proses perizinan yang nantinya akan dilakukan di depan, sehingga secara umum kavling ini dibatasi sampai 70% sedangkan yang 30% digunakan untuk fasilitas umum. Setelah itu, maka anda dapat menentukan model bangunan yang akan dibangun diatasnnya dengan tetap mencermati keperluan kavling serta lahan terbuka yang mendapatkan masing-masing 50%.

5. Menentukan spesifikasi material untuk bangunan

Masih berkaitan dengan studi kelayakan perumahan, pada dasarnya bahwa hal lain yang juga perlu dicermati adalah permasalahan bahan bangunan yang akan dipergunakan. di dalam hal ini, bila mengetahui seluruh biaya tersebut, maka pihak pembangun akan mampu dalam menentukan biaya produksi untuk setiap perumahan yang telah siap huni. dalam kata lain, disebutkan bahwa suatu bangunan memiliki 40% dari harga pokok produksi.

Di dalam studi kelayakan perumahan ini, ada segelintir perihal yang harus pihak pelaksana pikirkan kembali dimana hal seperti ini tidak hanya berhubungan dengan lima point diatas saja. Tentang perizinan proyek dan biaya operasional serta management harus menjadi reaksi tersendiri untuk bisa mendapatkan kalancaran dipandang dari segi finansial atau keuntungan yang didapat diakhir. tidak adanya feasibility study yang seperti ini, maka bisa dikatakan rancangan pembangunan anda akan mengalami kendala di pertengahan.