Kontraktor Kubah Masjid di Banda Aceh

By | August 14, 2017

Kontraktor Kubah Masjid di Banda Aceh

kontraktor kubah masjid di banda aceh

Hampir semua propinsi Aceh penduduknya beragam muslim. Tidak heran jika di propinsi Aceh memiliki banyak masjid besar disana. Masjid-masjid besar di Aceh tidak hanya dapat dilihat di daerah perkotaan tetapi juga sampai pelosok desa yang ada di sekitar propinsi Aceh. Seperti halnya di ibu kota Propinsi Aceh yakni kota Banda Aceh. Masyarakat Banda Aceh sana bergotong royong membangun masjid-masjid di setiap desa yang mereka tempati. Dalam pembangunan masjid, harus mendatangjan seorang Kontraktor Kubah Masjid merupakan kebutuhan pokok dalam pembangunan tiap-tiap masjid-masjid yang ada di seluruh  propinsi Banda Aceh ini, termasuk pada ibu kota Propinsi Aceh yakni kota Banda Aceh.

Hal ini yang menjadi daya tarik para Kontraktor Kubah Masjid datang ke kota Banda Aceh. Para Kontraktor Kubah Masjid yang datang ke kota Banda Aceh hampir 60% persen sudah memiliki tujuan untuk mengerjakan pembangunan kubah masjid. Kontraktor kubah masjid di Banda Aceh berbondong-bondong agar mendapatkan ijin kontrak untuk membangun kubah masjid di Banda Aceh.

Bapak Ahmad adalah salah satu Kontraktor Kubah Masjid di Banda Aceh. Beliau di propinsi Aceh tinggal di kota Sabang. Bapak Ahmad bukan orang asli propinsi Aceh. Kota Sabang merupakan kota dimana bapak Ahmad ini tinggal ketika beliau pindah dari kota kelahirannya. Bapak Ahamad sebelum datang ke kota Sabang, dahulu tinggal di Semarang.

Bapak Ahmad sudah hampir 23 tahun tahun menjadi kontraktor kubah masjid di Banda Aceh ini. Bapak Ahmad yang hanya berlatar belakang lulusan SMA memberanikan diri beralih profesi tukang bangunan menjadi seorang kontraktor. Bapak Ahmad dahulu sebelum manjadi tukang bangunan, beliau seorang kuli tukang bangunan. Kemudian, pak Ahamad terus belajar dari tukang bangunan yang sering mengajaknya bekerja sehingga pak Ahmad menjadi tukang bangunan.

Karena kerja keras bapak Ahmad, beliau menjadi dipercaya banyak masyarakat untuk membuat rumah-rumah. Beliau juga mendapat kepercayaan membangunkan 120 rumah mewah di daerah kota Banda Aceh ini. Setalah 2 tahun bapak Ahmad menyelesaikan tugasnya pembangunan rumah mewah tersebut, pak Ahmad kembali ke kota Sabang. Pak Ahmad memulai awal menjadi kontraktor kubah masjid di desanya, karena desanya akan membangun sebuah masjid.

Tetapi para masyarakat desa tidak tahu harus membeli kubah masjid dimana. Kemudian pak Ahmad tergerak hatinya ingin membantu masyarakat mendapatkan kubah masjid. Dan tidak sengaja beliau memiliki ide untuk menjadi seorang kontraktor kubah masjid. Beliau datang ke seorang kontraktor di kota Banda Aceh yang ia kenal melalui tetangga desa rumahnya. Dari situ ia belajar menjadi seorang kontraktor kubah masjid di Banda Aceh. Setelah beberapa tahun bapak Ahmad merasakan keuntungannya ia menjadi senang menjadi seorang kontraktor kubah masjid di Banda Aceh.