Konsumen sering ditolak beli motor secara tunai

By | July 4, 2017

Harga Motor – Seseorang warga DKI Jakarta, Daus (27) jengkel karna pihak dealer motor menampik pembelian dengan cas. Pihak dealer beralasan, mereka kekurangan stock serta mencari argumen beli lewat cara credit.

Apa yang dihadapi Daus nyatanya juga dirasa Winar (32). Karyawan swasta ini sempat tidak diterima oleh pihak dealer cuma karna beli motor dengan cas. Walau sebenarnya, keduanya beli dengan cas karna tidak ingin terbebani angsuran setiap bulannya.

Kiat ini pasti jadi usaha komisi yang didapat semakin besar. Dalam masalah begini, pihak leasing umumnya jadikan dealer atau sales jadi partner paling utama pemasaran. Laris tidaknya motor begitu bergantung dari penjualan oleh pihak dealer atau sales. Langkahnya mudah, tiap-tiap penjualan motor di tawarkan bonus yang cukup lumayan.

Jadi contoh, tiap-tiap penjualan satu unit motor dengan cas, keuntungan yang didapat dealer atau sales cuma Rp 100. 000. Sedang untuk penjualan satu unit motor dengan cicilan jadi keuntungan dapat 3x lipat atau Rp 300. 000. Jadi tidak heran tiap-tiap dealer pastinya berlomba jual dengan banyak termasuk juga tawarkan credit murah supaya motor dapat terjual banyak.

” Umumnya hal tersebut dikerjakan oleh sales. Mereka, bila kita beli dengan cas ngarahinnya ke credit karna mereka ingin bisa komisinya, ” kata Rony, seseorang pegawai di satu dealer di Jakarta saat terlibat perbincangan dengan merdeka. com, Jakarta, Selasa (26/7).

Pembicaraan dengan Rony ini juga sedikit membuka kenyataan itu. Rony menyarankan baiknya beli motor lewat cara credit. Dia beralasan, bila beli dengan cas, seseorang customer paling tidaklah perlu menanti tiga bln. supaya Buku Yang memiliki Kendaraan Bermotor (BPKB) baru di keluarkan oleh pihak dealer.

Tenggang saat yang sekian menurutnya semakin lebih aman bila beli dengan credit karna akan memperoleh jaminan berbentuk asuransi kehilangan.

” Bila aku sich anjuran tambah baik uang muka besar lantas cicilannya untuk setahun. Kan bila motor hilang kita masih tetap bisa asuransi serta dapat ditukar yang baru. Namun itu bergantung kita juga sich maunya yang mana, ” terang dia.

Koordinator Pengaduan serta Hukum YLKI, Sularsi menyebutkan praktek begini bukanlah mustahil berlangsung dalam orang-orang. Tetapi, kata dia, orang-orang miliki hak untuk pilih dealer mana yang pas buat dia serta apakah dealer itu sesuai sama lewat cara pembelian cas atau credit.

” Kuncinya pada customer, dia miliki hak untuk pilih. Kita dapat banding satu dealer dengan dealer beda sebelumnya mengambil keputusan untuk beli, ” kata Sularsi saat dihubungi merdeka. com.

Akan tetapi, kata dia, akan berlangsung problem bila satu perusahan motor cuma menunjuk satu instansi pembayaran (leasing). Bila hal tersebut berlangsung jadi berlangsung satu monopoli dalam orang-orang. Umumnya, satu perusahaan besar menunjuk leasing mana saja yang dapat diakui.

” Namun bila cuma nunjuk cuma satu leasing ini satu monopoli serta dapat lapor ke Komisi Pengawas persaingan perebutan Usaha (KPPU), ” tuturnya.

Apakah semuanya dealer motor atau salesnya lakukan hal sekian? Merdeka. com juga cobalah menelusuri info ini dengan mendatangi sebagian dealer motor di lokasi Jakarta Barat serta Jakarta Pusat. Satu dealer motor pabrikan terkenal jadi tempat awal didatangi.

Salah seseorang pegawai dealer Yenny menyebutkan siap melayani pembelian cas, prasyaratnya hanya satu, mempunyai Kartu Tanda Masyarakat (KTP). ” Barangnya kita antar hari ini, ” kata Yenny.

Hal yang sama diketemukan di satu diantara dealer motor. Herman, sang pegawai dealer menyebutkan pihaknya melayani pembelian dengan cas. Tetapi jadi penjual, dia juga tidak lupa tawarkan pembelian dengan cicilan atau credit.

Penelusuran juga berlanjut ke satu diantara dealer motor memiliki ukuran kecil di lokasi Jakarta Pusat. Disini, pihak dealer juga mengaku hal yang sama. ” Kita dapat layani pembelian cas. Barang dapat turun har ini, ” ungkap Sherly, sales di delaer itu. Baca Juga Harga Motor Terbaru di : http://hargamotor7.com/