Berita Bocah SD Di Kediri Gantung Kediri Bikin Heboh

By | June 11, 2017

Rully, bocah berusia 7 tahun, asal desa tegowangi, kecamatan plemahan, kediri, yang sebelumnya dilaporkan bunuh diri dengan cara gantung diri, ternyata dibunuh oleh pairin, kakeknya sendiri.

setelah diperiksa secara maraton, akhirnya pairin umur 45 tahun, secara gamblang mengaku telah menghabisi nyawa cucunya rully alfianto, bocah yang baru duduk di kelas 1 sdn tegowangi kecamatan plemahan kabupaten kediri.

Dihadapan polisi pairin mengaku, tega membunuh rully karena sang cucu yang sejak kecil diasuhnya. Hendak diminta lagi oleh minarsih,ibu kandung ruly yang tinggal di desa sukoto pare kediri.

Dalam pengakuannya, muncul niat jahat saat pulang mencari rumput, pairin melihat rully sedang tertidur, entah karena apa, pairin menjadi gelap mata dan kalap, tiba-tiba dirinya mendekati korban dan langsung mencekik ruly hingga tewas.

Agar kejahatannya tidak terbongkar, pairin beralibi dengan cara membuat kematian cucunya seperti bunuh diri. Ruly yang sudah tidak bernyawa itu, lehernya lantas diikat dengan sarung batik, kemudian digantung di tali jemuran di dalam rumah. Kabar kematian Rully lansgung viral di berita Kediri hari ini.

Kasat reskrim polres kediri akp sudarto mengatakan, dari olah tkp,ternyata polisi curiga karena ada kejanggalan, makanya polisi memerikas pairin, kakek korban yang menjadi kunci utama,sekalgus orang pertama yang menemukan korban, setelah melakukan pemeriksaan akhirnya pairin mengakui kalau dirinya yang membunuh.

Sementara itu ayah kandung korban amakusuma tidak percaya bahwa anaknya dibunuh oleh kakeknya sendiri, selama ini ayahnya sangat sayang pada rully.

Contohnya kakeknya lebih baik tidak makan asalkan rully makan dan setiap sekolah rully selalu diantar.ama kusuma juga menambahkan, demi menghidupi ruly, bapak kandungnya itu rela pinjam dan utang tetangga.

Sebanyak 44 biji granat ,2 mortir dan 4 ranjau tanah yang semuanya masih aktif di temukan oleh warga kelurahan mrican kota kediri.

50 bahan peledak yang membahayakan ini, ditemukan oleh empat orang yang biasa mencari besi tua di sekitar bantaran sungai brantas, mereka adalah, agung, didit, arso dan lanang, semuanya warga mrican.

Awalnya,mereka mengira benda yang ditemukan di dasar sungai itu adalah besi tua yang sudah berkarat, namun saat mereka berempat membawa pulang puluhan benda mematikan itu,salah seorang tetangga mengatakan bila yang mereka temukan tersebut mirip granat,karena khawatir meledak,akhirnya, mereka berempat sepakat melaporkan benda-benda tersebut ke polresta kediri.